Video

Rabu, 19 Maret 2014

Reball VGA Laptop... LSC Ahlinya...!!!!

Laptop Anda mengalami sakit pada VGA nya??? jgan terburu2 untuk diganti...apalagi sampai ganti mainboard segala...

adapun pembahasan yang sebelumnya yaitu pembahasan tentang Reflow...sedangkan Reball adalah langkah selanjutnya dalam mengatasi masalah VGA. 
yang di maksut dengan reball adalah pemasangan bola-bola timah pada kaki VGA,atau lebih tepatnya penggantian bola-bola timah yang lama di ganti dengan bola-bola timah yang baru,dimaksutkan pembeharuan timah yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
adapun langkah-langkah dari reball itu sendiri yaitu antara lain :

1. Melepas VGA dari mainboard laptop... menggunakan BGA Rework

2.Pembersihan bola timah pada VGA yaitu  menggunnakan solder wig agar hasil pelepasan bola-bola timah sampai halus dan bersih.

3.Pencetakan kembali bola timah yang baru dengan menuangkan bola timah kedalam chipset,secara   perlahan dan hati hati. Setelah semuanya selesai terisi kita panasi dengan menggunakan mesin BGA / Blower agar bola timah yang di pasang tadi dapat melekat dengan sempurna.

4.Pemansangan kembali chipset VGA ke mainboard.dengan BGA Rework

Selamat mencoba... 



 (Hasil Karya Temen2 LSC Jogja)

Selasa, 18 Maret 2014

Reflow VGA Laptop... Aksi Goyang VGA Laptop!!!

Reflow soldering  atau biasa disingkat Reflow adalah proses yang digunakan untuk memperbaiki chpset pada mainboard baik pada laptop maupun PC. Reflow dilakukan di mana pasta solder (a sticky mixture of powdered solder and flux) digunakan secara sementara pada satu atau beberapa komponen listrik pada bantalan kontaknya dan setelah itu obyek dipanaskan secara terikontrol pada suhu tinggi sehingga solder mencair lalu menghubungkan kaki komponen permanen dengan papan.
Pemanasan dapat dilakukan dengan menggunakan alat khusus oven reflow atau di dengan lampu inframerah atau soldering individual yang menggabungkan penyolderan hot air pencil. Reflow dengan meletakkan atau mount komponen ke sebuah papan sirkuit adalah metode yang paling umum.
Tujuan dari proses reflow adalah untuk mencairkan solder dan panas permukaan dari satu arah, tanpa merusak komponen komponen mainboard lainya. Dalam proses reflow konvensional, biasanya ada empat tahap, yang disebut “zona”, masing-masing memiliki profil termal yang berbeda:


1. Proses pemanasan (preheat)
Slop maksimum adalah hubungan temperatur/waktu yang mengukur seberapa cepat perubahan suhu pada papan sirkuit board. Tingkat peningkatan panas biasanya di suatu bagian antara 1,0 °C dan 3,0 °C per detik, dan sering jatuh antara 2,0 ° C dan 3,0 ° C (4 ° F hingga 5 ° F) per detik. Jika melebihi tingkat slop maksimum, potensi kerusakan komponen dari thermal shock retak dapat terjadi. Pasta solder juga dapat memiliki efek percikan. Bagian preheat adalah proses dimana pelarut dalam pasta mulai menguap, dan jika tingkat kenaikan suhu terlalu rendah, penguapan volatil fluks tidak lengkap.
2. Termal rendam atau thermal soak
Bagian kedua, yaitu thermal soak biasanya berlangsung 60 sampai 120 detik untuk menghilangkan volatil pasta solder dan aktivasi dari fluks, dimana komponen reduksi oksida fluks dimulai pada lead komponen dan bantalan. Suhu terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan percikan atau balling solder serta oksidasi pasta, bantalan lampiran dan penghentian komponen.
Demikian pula, flux mungkin tidak secara penuh aktif jika suhu terlalu rendah. Pada akhir dari zona thermal soak keseimbangan termal dari seluruh bagian komponen sebaiknya sempurna sebelum zona reflow. Dalam thermal soak disarankan untuk mengurangi setiap T delta antara komponen dari berbagai ukuran atau jika papan PCB sangat besar.
3. Reflow
Bagian ketiga, zona reflow, juga disebut sebagai “time above reflow” atau “time above liquidus” (TAL), dan merupakan bagian dari proses dimana suhu maksimum tercapai. Satu pertimbangan penting adalah temperatur puncak, yang merupakan temperatur maksimum dari seluruh proses. Sebuah suhu puncak umumnya adalah 20-40 °C di atas likuidus. Batas ini ditentukan oleh komponen pada papan board dengan toleransi terendah untuk suhu tinggi pada komponen yang rentan terhadap kerusakan termal. Sebuah pedoman standar adalah mengurangi 5°C dari suhu maksimum dari komponen yang paling rentan terhadap temperatur maksimum untuk proses reflow. Penting untuk memantau suhu agar tidak melebihi batas ini.
Selain itu, suhu tinggi (di diatas 260°C) dapat menyebabkan kerusakan pada komponen internal serta terjadinya foster intermetalik. Sebaliknya, suhu yang tidak cukup panas dapat mencegah paste dari reflowing yang memadai.
4. Pendinginan.
Zona terakhir adalah zona pendinginan untuk secara bertahap mendinginkan papan atau board komponen dan memantapkan hasil solder. Pendinginan yang tepat menghambat pembentukan kelebihan intermetalik atau kejutan termal pada komponen. Suhu yang khas dalam kisaran zona pendinginan adalah 3-10°C (86- 212°F). Tingkat pendinginan inipun harus berjalan normal. Jika terlalu dipercepat maka komponen bisa rusak atau hasil kerja tidak maksimal. Tingkat pendinginan 4°C/s umumnya disarankan artinya suhu diturunkan 4oC setiap detik. Ini adalah parameter yang perlu dipertimbangkan ketika menganalisis hasil proses.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes